Selalu Bahagia, Walau Tidak Pernah Sama

Selalu Bahagia, Walau Tidak Pernah Sama

Sering saya sampaikan di berbagai Pelatihan Wonderful Family, bahwa tidak perlu menjadi sama untuk bisa merasakan kebahagiaan bersama pasangan. Justru karena laki-laki dan perempuan itu berbeda, maka keduanya sadar untuk saling memahami, saling memberi, saling melengkapi, saling menguatkan, dan saling menyesuaikan. Biarlah lelaki dengan keunikannya, dan perempuan dengan sifat khasnya. Namun keduanya harus berusaha untuk bisa saling menjaga dan saling menyesuaikan dengan harapan pasangan.

 

Perbedaan lelaki dan perempuan ini bukan sesuatu yang mengada-ada atau diada-adakan. Namun memang dari “sananya” sudah berbeda. Lihat saja struktur otak lelaki dan perempuan yang berbeda. Bagaimana akan disamakan dalam segala hal, sedangkan desain otaknya sudah tidak sama. Kita sudah sering membaca artikel tentang otak lelaki dan otak perempuan ini, namun saya kembali meringkaskan dalam naskah ini, yang saya ambil dari metrotvnews.com dan kompas.com.

 

Desain Otak Lelaki dan Perempuan Memang Berbeda

 

Berdasarkan penelitian, seumur hidup manusia hanya menggunakan sekitar 20% kapasitas otak,  sedangkan 80% lainnya  belum dioptimalkan. Jadi sebenarnya tidakadamanusiayangbodoh,yang sebenarnya terjadi, manusia kurang mengoptimalkan kemampuanotaknya.

 

Sebagaimana diketahui, otak manusia terdiri dari dua jaringan utama, yaitu otak kecerdasan dan sumsum otak. Secara umum, lelaki memiliki otak kecerdasan 6.5 kali lebih besar dari kebanyakan perempuan. Sedangkan perempuan mempunyai sumsum otak 10 kali lebih besar dari kebanyakan lelaki. Sumsum otak adalah komponen utama dari sistem saraf pusat yang bisa digambarkan seperti prosesor komputer. Sedangkan otak kecerdasan sebagian besar terdiri dari akson myelin (zat lemak putih) yang merupakan jalur transmisi sistem saraf.

 

Michael Gurian dalam bukunya “What Could He Be Thinking? How a Man’s Mind Really Works” menjelaskan, perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan terletak pada ukuran bagian-bagian otak, bagaimana bagian itu berhubungan serta cara kerjanya. Berdasarkan pengamatannya terhadap beberapa rahasia di balik otak anak perempuan  Michael Gurian menyimpulkan, bahwa sangat bisa dimengerti jika anak  perempuan lebih cakap dalam urusan membaca dan menulis.

 

Gurian dalam bukunya“Boys and Girls Learn Differently!: A Guide for Teachers and Parents” menyatakan, perbedaan struktur otak antara anak laki-laki dan perempuan sangat berperan besar memengaruhi pola belajar dan kerja otak mereka masing-masing. Namun begitu, sebetulnya perbedaan itu tidak berlaku secata mutlak  pada semua kasus dan tidak ada yang buruk dari semua perbedaan itu.

 

Lelaki Impulsif, Perempuan Multitasking

 

Seperti halnya otak anak perempuan, otak anak laki-laki pun punya misteri karena area  korteksnya lebih banyak dimanfaatkan sebagai fungsi spesial mekanis, anak laki-laki akan lebih suka menggerakkan obyek, mulai dari bola, mainan, atau bahkan tangan dan  kakinya  sendiri.  Otak  pada  anak  laki-laki  tidak  hanya  memiliki  lebih  sedikit serotonin, melainkan juga oxytocin atau zat pengikat. Zat inilah yang menyebabkan anak laki-laki bersikap lebih impulsif, yang jelas-jelas berlawanan dengan sikap perempuan, yang bisa duduk tenang curhat pada sahabatnya.

 

Seorang anak perempuan tampil lebih baik dalam tugas ganda  atau multitasking dan  yang  bersifat  bertransisi.  Sebaliknya,  anak laki-laki  tidak,  karena  otak  mereka dibentuk  untuk  melakukan  pembaharuan  dan  reorientasi  setelah  sebelumnya  harus  melewati  tahap istirahat (rest). Perempuan bisa melakukan empat sampai lima pekerjaan sekaligus, menggendong si kecil, sembari memasak di dua tungku, mengawasi mesin cuci, dan menyaksikan sinetron favorit di televisi. Sementara kaum lelaki, jangan heran kalau mereka tidak mendengarkan panggilan anda ketika tengah menyimak pertandingan bola dari klub favorit atau tengah menyaksikan film kesayangan di televisi.

 

"Inilah perbedaan nyata yang mudah sekali terlihat. Hal itu karena aliran darah ke dalam otak anak laki-laki bukan saja lebih sedikit, tetapi juga didesain tersegmentasi," jelas Gurian. Tidak heran anak laki-laki mudah sekali mengantuk. Pada  anak  perempuan, tahap  pembaharuan tidak perlu harus melewati  istirahat, sehingga  mereka jarang sekali mengantuk. Otak  anak  laki-laki  cenderung  lebih  cocok  mengenali simbol, bentuk-bentuk  abstraksi, diagram, gambar dan obyek  bergerak ketimbang  kata-kata  yang monoton. Bagi seorang  anak laki-laki,  metode ceramah akan  diartikannya sebagai waktu istirahat.

 

Misteri-misteri yang ada di balik rahasia otak laki-laki tersebut akan menyebabkan mereka lebih unggul dalam matematika  dan fisika,  terutama ketika subyek  itu diajarkan secara abstrak di depan kelas. Anak lelaki juga lebih tertarik pada permainan-permainan atau games daripada kegiatan yang monoton. Anak laki-laki mudah terlibat masalah karena sifatnya yang impulsif,  cepat bosan, tidak mampu menjadi pendengar yang baik, tidak telaten memenuhi tugas, juga kurang cocok  belajar  secara verbal  seperti yang  selama ini  terjadi  di  sekolah  konvensional yang lebih mengedepankan pola belajar satu  arah.

 

Kosa Kata Perempuan Lebih Banyak

 

Pada laki-laki, otak cenderung berkembang dan memiliki spasial yang lebih kompleks seperti kemampuan perancangan mekanis, pengukuran penentuan arah abstraksi, dan manipulasi benda-benda fisik. Tak heran jika laki-laki suka sekali mengutak-atik kendaraan. Daerah korteks otak lelaki lebih banyak tersedot untuk melakukan fungsi-fungsi spasial dan cenderung memberi porsi sedikit pada daerah korteksnya untuk memproduksi dan menggunakan kata-kata. Kumpulan saraf yang menghubungkan otak kiri-kanan atau corpus collosum otak laki-laki lebih kecil seperempat ketimbang otak perempuan.

 

Bila otak lelaki hanya menggunakan belahan otak kanan, otak perempuan bisa memaksimalkan keduanya. Itulah mengapa perempuan lebih banyak bicara ketimbang lelaki. Dalam sebuah penelitian disebutkan, perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata per hari, sementara lelaki hanya 7.000 kata.

 

Otak perempuan lebih banyak mengandung serotonin yang membuatnya bersikap tenang. Tak aneh jika wanita lebih kalem ketika menanggapi ancaman yang melibatkan fisik, sedangkan laki-laki lebih cepat naik pitam. Selain itu, otak perempuan juga memiliki oksitosin, yaitu zat yang mengikat manusia dengan manusia lain atau dengan benda lebih banyak. Dua hal ini mempengaruhi kecenderungan biologis otak lelaki untuk tidak bertindak lebih dahulu ketimbang bicara. Ini berbeda dengan perempuan.

 

Pusat memori (hippocampus) pada otak perempuan lebih besar ketimbang pada otak lelaki. Ini bisa menjawab pertanyaan kenapa bila laki-laki mudah lupa, sementara wanita bisa mengingat segala detail.

 

Maka, biarkan saja tetap ada yang berbeda. Nikmati kebahagiaan bersama pasangan, dengan mengupayakan saling pengertian, saling memberikan yang terbaik, saling berusaha menyesuaikan dengan harapan pasangan. Jangan harap akan sama dalam segala hal, karena itu mustahil. Nikmati saja perbedaan anda dengan pasangan.

 

Rujukan :

http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/06/11/20155/-Beda-Otak-Laki-laki-dan-Perempuan

http://edukasi.kompas.com/read/2010/02/04/14433517/Inilah..Rahasia.di.Balik.Otak.Anak.Laki.lakihttp://www.kikil.org/forum/showthread.php

 

12 Juni 2012   03:46 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:05

Image: loyalogy.com